Waktu dan tempat poertunjukkan teater
pertama kali tidak di ketahui. Adapun yang dapat di ketahui hanyalah
teori tentang asal mula teater adalah sebagai berikut :
Berasal dari upacara agama primitif
Berasal dari nyanyian menghormati seorang pahlwan di kuburannya
Berasal dari kegemaran manusia mrndergarkan cerita. Cerita itu kemudian juga di buat dalam bentuk teater
A.Teater zaman yunani
Sejarahnya
Persembahan kepada dewa dionysos
dalam upacara penghormatan itu di lagukan nyanyian domba yang di
namakan Tragedi. Dalam perkembangannya. Dionysos di gambarkan sebagai
manusia dan di puja sebagai dewa anggur dan keseburan. Tragedi mendapat
arti yang lain yaitu drama yang melukiskan perjuangan melawan nasib.
Komedi dalam zaman yunani purba
besifat lucu dan berupa karikatur terhadap duka cerita dengan maksud
berolok-olok terhadap pederitaan, kebodohan tokoh-tokoh terkenal.
Naskah lakon yunani merupakan naskah lakon taeter pertama yang menciptakan dialog diantara para karakternya.
Teater yunani abad ke emasan dan sekaligus merupakan titik balik sejarah teater barat
Ciri-ciri khusus pertunjukan teater pada masa Yunani kuno adalah
v Pertunjukan di lakukan di
Amphiteater (gedung teater di bangun tanpa atap dalam bentuk setengah
lingkaran dengan tempat duduk melengkung dan berundak-undak).
v Sudah menggunakan naskah lakon skenario
v Seluruh pemainya adalah pria dan memakai topeng karena setiap pemain memerankan lebih dari satu tokoh.
v Cerita yang di mainkan adalah tragedi
v Selain pemeran utama juga ada
pemain khusus untuk kelompok koor (penyanyi), penari dan narator
(pemain yang menceritakan jalannya pertunjukan.
Tokoh-tokoh
I. Tragedi :
Aeschylus (525-SM) dialah yang pertama kali mengunakan tokoh prontagonis dan antagonis.
Karya –karya :
Trilogi orestesia yang terdiri dari agamennon, The Libatian beavers
Dan The furies
Shopocies (496-406 SM)
Karyanya
Oedipus The king
Oedipus at Colunus
Antigone
Euripides (484-406SM)
Karya-karya antara lain
Mades
Hyppolitus
Ion and eletra
The Troyan women
Cyolops
II. Komedi
Aristophanes (448-380 SM)
Asal mula drama kultus Djonysos, dewa domba atau lembu.
Drama di dahului oleh kurban domba
Karya-karya antara lain
Lytristrata
The wasps
B.Teater zaman Romawi
Setelah tahun 200 SM kegiatan
kesenian beralih dari Yunani ke Romawi. Mula-mula bersifat religius,
kemudian bersifat show- busisness namum mutu sandiwara romawi tidak
lebih baik dari yunani. Sandiwara Romawi menjadi penting karena
pengaruhnya kelak pada renaisance.
Pada tahun 2004 SM pertama kali
sandiwara di pertunjukkan di kota roma oleh livin Andronicus seniman
Yunani, sandiwara ini merupakan hasil adaptasi bentuk sanditwara
Yunani. Sandiwara Romawi juga memiliki pembaruan dalam garapan.
Ciri- ciri teater jaman Romawi
1. koor tak lagi berfungsi mengisi adegan
2. musik menjadi tema cerita dan ilustrasi cerita
3 tema seputar masalah kesenjangan hidup golongan menengah
4 karakteritis tokoh bertingkat yaitu orang tua bermasalah dengan anak atau sebaliknya
seluruh adegan terjadi dirumah, dijalan, dihalaman
bentuk- bentuk pertunjukkan di jaman Romawi adalah
1.Tragedi
Lacius Anneus Seneca (4 SM- 65 M)
v plot cerita terdiri dari 5 babak dengan struktur cerita yang rinci dan jelas
v adegan berlangsung dalam ketegangan tinggi
v dialog sdi tulis dalam bentik sajak
v tema cerita seputar alam manusia dan alam gaib
v mengunakan teknik monolog
II. Farce Pendek ( the favula atellana )
Sejak abad 1SM farce menjadi bagian sastra dan menjadi bentuk drama yang terkenal.
Ciri – ciri farce pendek yaitu :
1. penggunaan tokoh yang selalu sama
dan sangat tipikal misalnya tokoh Maccus yang tolol, Bucco yang
serakah, Pappus yang mudah ditipu.
2. Plot cerita tipu-tipuan, saling hasut antar pemain, musik dan tari jadi unsur penting dalam menjaga lalan cerita.
3. Setting suasana pedesaan.
III. Pertunjukan Mime
Bentuk ini muncul jaman Yunani sekitar abad 5SM dan masuk Romawi sekitar tahun 212 SM, ciri-cirinya yaitu:
1. terdapat banyak adegan lucu singkat dan improvisasi
2. tokoh wanita dimainkan wanita
3. pemain tak lagi menggunakan topeng
4. tema cerita tentang perzinahan, menentang sakramen dan upacara gereja
Pergantian bentuk pemerintahan
republik menjadi kekaesaran tahun 27 SM menyebabkan teater Romawi makin
surut dan akhirnya lenyap setelah terjadi penyerangan bangsa barbar
dan muncul kekuasaan gareja. Pertunjukan teater terakhir di Roma 533M.
Teater Abad Pertengahan
Setelah munculnya kekuasaan gereja di
Eropa ,banyak pentas teater di kota-kota untuk merayakan hari besar
umat kristen sekitar abat XIII-XIV, yang ceritanya berdasarkan cerita
alkitab. Pertunjukan dilakukan diatas kereta kuda yamg disebut pageant.
Pertunjukan ini seperti pawai atau karnaval keliling kota-kota Eropa
bahkan keliling dunia. Pendukung drama ini menggunakan kolong kereta
untuk menyembunyikan instrumen musik ilustrasi pertunjukan dan
membuatefek trik tipuan. Pageant juga sering dipanggiml untuk menghibur
tamu-tamu penginapan.
Ciri-ciri teater abad pertengahan yaitu:
1. dimainkan para mahasiswa sehigga dikaitkan dengan masalah filsafat
2. bermain dipanggung da atas kerata yang bisa dibawa keliling kota
3. dialog drama menggunakan bahasa dan dialeg lokal
4. cerita disisipi epos kepahlawanan dan bumbu cerita percintaan
5. lakon sandiwara tidak memiliki nama pengarang
Teater jaman Reanissance
Abad 17memberi sumbangan yang sangat
berarti bagi kebudayaan barat. Sejarah abad 15 dan 16 ditentukan oleh
penemuan-penemua penting yaitu mesin, kompas, dan mesin cetak.semangat
baru muncul untuk menyelidiki kebudayaan Yunani gan Romawi klasik.
Semangat ini disebut semangat renaissance berasal dari kata renaitre
yang artinya kelahiran kembali manusia untuk mendapat semangat hidup
baru. Gerakan yang menyelidiki semangat ini disebut humanisme.
Pusat aktivitas teater Italia adalah
istana dan akademi, dipentaskan digedung teater milik bangsawan dengan
naskah meniru naskah klasik. Aktor kebanyakan pegawai istana biasanya
pentas dalam acara pesta istana.
Ada 3 jenis drama yang dikembangkan
yaitu : tragedi, komedi, dan pastoral (membawakan kisah-kisah
percintaan antara dewa – dewa dengan para gembala didaerah pedesaan.
Gerakan dalam adega memiliki arti dan Eropa mulai mengenal drama yang
jelas struktur dan bentuknya.
Ciri-ciri teater jaman Renaissance:
1. naskah lakon meniru teater jaman Yunani klasik
2. cerita bertema mitologi atau kehidupan sehari-hari
3. tata busana dan setting yang dipergunakan sangat inofatif
4. pelaksanaan bentuk teater diatur oleh kerajaan maupun universitas sehingga pengetahuan perfektif dan fagade rona
5. menggunakan panggung prosenium yang memisahkan area penonton dengan pemain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar